Selasa, 11 November 2014

Goodbye 27 welcome 28

Tuhanku Allah yang Maha Esa, 11 November 1986 tepat hari ini usiaku menjadi 28. Teringat saya telah dilahirkan ke dunia ini dari rahim seorang ibu. Sudah seharusnya saya bersyukur menanti usia yang semakin menua. 27 tahun sudah saya lewati sekarang, 28 tahun dalam doa dan harap sama kepada-Nya.

Ya Allah, semoga saya diberi umur yang barakah, setiap langkah kian berarti untuk hidup di akhirat nanti. 
Ya Allah, gantikan keresahan hati ini dengan keceriaan.
Ya Allah, semoga saya diberikan kesehatan jasmani dan rohani.
Ya Allah, semoga tahun ini saya diberikan jodoh yang terbaik, yang mencintai saya karena Allah. Ikhlas menerima saya apa adanya.
Ya Allah, semoga list hidup saya tahun ini terlunasi satu persatu.


Aaaminn.




Selasa, 04 November 2014

Kemudian Bangkit

Percaya deh, selama kita hidup, masalah akan selalu saja datang. Berbagai macam masalah hanya kita pribadi yang dapat menyelesaikannya sendiri, sedangkan orang lain hanya membantu sebisanya.
Saya pernah mengalami fase pahitnya masalah. Dimulai dari merasakan kehilangan seseorang yang sangat saya cintai, merasa tidak dihargai, dilepas begitu saja. O ternyata pacaran “begini” saja, tanpa ada komitmen yang serius. Rugi juga ya ternyata, sebatas kehilangan yang akhirnya menjadi galau nggak keruan. Terus terus …saya bisa banget tiba-tiba nyalahin Allah. Bilang, “Gak adil banget, kenapa dipertemukan kalau nasibnya seperti ini?” Dan bla bla bla lainnya.

Oh ya ampun. Saya ini siapa sih pakai nyalahin Tuhan segala?
Bukankah Allah memang sengaja ya, mempertemukan orang yang tidak tepat untuk sekadar mengambil hikmah dan pelajaran dari-Nya. Jadi, kenapa harus kecewa dengan ketetapan-Nya yang sudah berlalu. Yang lalu biarlah berlalu. Sekarang, bagaimana kita bisa hidup dan manfaatin waktu sebaik-baiknya.

Kalau boleh jujur saya sempat marah sama Allah. Marah banget, karena setelah putus cinta dari seseorang saya jadi mulai berpikir kacau, saya sampai bernazar gini, “Gue gak akan menikah sebelum mati, sepertinya mati lebih baik daripada harus menikah.”

Sebegitunya saya pada Allah, saya durhaka! Entah kenapa kok hidup saya jadi begitu kacau, kalut, hampa, dan lain-lain. Dan tiba-tiba saya sadar, betapa nestapanya saya hidup hanya untuk meratapi penderitaan cecintaan saya yang gagal. Saya mulai ingin meraih akhirat. Kalaupun hidup di dunia saya nelangsa. Saya pikir hidup di akhirat nggak boleh nelangsa lagi. Pun kalau saya galau-galau terus, saya kudu inget Tuhan. Nggak boleh marah-marah lagi sama Allah.

Allah memang ajaib ya, kasih sesuatu yang nggak kita duga. Mau percaya atau tidak. Saat suntuk melanda. Tiba-tiba saya ingin membaca buku islami lagi. Awal saya membukanya, di situ tercantum hadis yang mengatakan, Rasulullah saw bersabda, “Seburuk-buruk kalian adalah yang tidak menikah, dan sehina-hinanya mayat kalian adalah yang tidak menikah.” (HR. Bukhari)

Jadi percuma dong selama saya hidup penuh amalan yang baik-baik, tapi dengan satu niat saja yang tidak benar, menjadi sia-sia amalan-amalan baik saya saja. Lalu saya jadi addicted membacanya hingga selesai. Saya mulai membenahi diri sedikit demi sedikit. Yang jelas, dalam proses pembenahan diri, saya meminta ampunan Allah yang Maha Pengasih. Saya tersadar atas dosa ucapan dan niat saya yang bernazar waktu itu. Saya banyak menyadari dosa dan kesalahan saya sebelum-sebelumnya.

Saya rutin shalat wajib tepat waktu, shalat sunah, puasa sunah, dan sedekah. Hablum minannas dan hablum minallah, saya jalani. Satu bulan saya jalani. Doa-doa penuh pengampunan dan pengharapan tak pernah luput saya panjatkan. Saya sampai berharap, “Saya tidak mau memulai lagi memiliki rasa cinta kepada siapa pun dulu, saya ingin hidup tenang dulu. Kalaupun ada, saya ingin langsung menikah saja.”

Walhasil, dari pembenahan diri yang saya jalani, saya merasakan kedamaian hati. Namun sayang, tak lama dari pembenahan diri, saya lagi-lagi diberi ujian sama Allah. Saya dipertemukan dengan seseorang yang saya yakini orang yang tepat untuk melabuhkan hati ini ke jenjang pernikahan. Saya berharap banyak dari sosok yang sangat saya idam-idamkan itu. Saya pikir dia orang terakhir yang menggoda hati saya. Tapi ternyata bukan dia. Lagi-lagi saya marah sama tuhan, saya menggugatnya habis-habisan. Saya mengalami keterpurukan yang hebat lagi. Saya menangis sampai tubuh saya lemas, saya menangis sampai tiba-tiba ada selebat bayang hitam melayang, saya menangis sambil tertawa. Saya tidak tahu lagi harus bagaimana, apakah saya harus mulai membenahi diri lagi? Atau ada yang salah dengan niat saya dalam membenahi diri kemarin? Entahlah, yang jelas pembenahan diri perlu proses yang panjang dan tidak instan.


Saya selalu ingat, Allah bersama orang-orang yang sabar.



Kamis, 24 Juli 2014

Balada Metromini

Saya adalah pecinta Metromini dengan segala kekurangannya. Ya iyalah angkutan mana yang berani ugal-ugalan kebut-kebutan di Ibu Kota selain Metromini?? Biar bagaimanapun metromini telah menyelamatkan para penumpang mengejar waktu di sela-sela kemacetan. Benar begitu?

Mau bahas Metromini karena saya terlalu sering menggunakan jasa ini. Jurusan Ciledug-Blok M metromini 69 mana ada lagi coba angkutan yang murah sampai tujuan blok M ini selain metromini 69? Yup! Inilah kendaraan sejati saya.
Buat yang belum terbiasa menggunakan angkutan umum terutama metromini, berikut saya kasih tips aturan main menggunakan Metromini, cekidot:

·  Siapkan uang pas, cukup mengeluarkan Rp 3000 ke kernet. Jangan belagu anda membayarnya dengan uang 50.000 kalau nggak disewotin sama kernetnya, gara-gara kesel lihat uang segitu gedenya.

·     Mulai naik metromini jangan pernah slowmotion kalau nggak pengen sesuatu terjadi pada anda, harus cekatan, dan mencari pegangan yang kuat.

·     Hati-hati pada bawaan tas anda, kalau bisa tasnya dikedepankan. Di Metromini seringkali ada pencopet yang sudah jago dalam jamah menjamah tas loh!

·     Kalau ada pengamen yang nyanyi, dengarkan dengan suka cita. Minimal nggak harus tidur dan ngomong sama teman anda kalau nggak mau ditegur balik sama pengamennya (saya sering kena teguran pengamen).

·         Kalau pengamen minta duit. Usahakan kasih uang receh paling nggak 500 rupiah juga sudah bisa memuaskan pengamen. Karena pengamen sering merasa kecewa dengan penumpang yang tidak memberikan upahnya. Dan saya pernah suatu waktu memberikan uang 100 rupiah malah dibalikin lagi sama pengamennya.

·         Saat pengamen minta duit, siapkan tangan anda untuk menolaknya secara halus. Siap-siap kena teguran pengamen kalau anda tidak memberikan sinyal tangan tanda menolak memberikan duit ke pengamen.

·        Bawa masker untuk menutupi bau-bau yang abnormal yang sering ada di metromini (u know lah bau apa itu).

·    Selain pengamen, banyak juga orang yang datang minta duit. (bukan pengemis). Pemalak secara halus dengan puisi teriakan hatinya kurang lebih begini puisi pemalak :

                “Bubur sumsum kecebur empang. Assalamualakikum para penumpang. Bapak-              bapak ibu-ibu saya hanyalah seorang anak jalanan yang mencari rezeki yang          berbeda dengan bapak-bapak ibu-ibu yang berpakaian rapi dan wangi bla bla          bla…..” 
(kurang lebih seperti itu puisi wajibnya).
                Dan bahkan mainan debus, silat-menyilat tangannya.

·       Hati-hati dengan puisi jalanan tadi saat dimintakan duit, karena suatu waktu uang saya pernag raib diambilnya (untung hanya 2000 perak, tapi lumayan sih buat bayar angkot lagi *nangismerana).

·        Kalau anda mau turun, harusnya dari jarak 100 meter anda sudah siap berdiri di depan pintu metromini. Sekali lagi, anda harus cekatan jangan pernah slow motion di metromini! Pasalnya kalau  sudah menyuruh sopir berhenti dan anda masih duduk manis di tempat. Siap-siap saja dimarahi plus kebablasan tempat tujuan karena anda terlalu slow motion!

·    Persiapkan mental anda sewaktu-waktu anda akan dioper ke metromini yang lain (paling sering 69) Karena abang sopirnya mau pulang dan seenak hatinya menyuruh penumpang turun.

Demikian share dan tips tentang metromini, mungkin ada kejadian lain yang pernah anda alami selain yang saya ceritakan??

Jumat, 06 Juni 2014

#REDTOUR jakarta

Taylor Swift, siapa dia?

Awalnya gue nggak begitu tahu dan peduli yang namanya taylor swift. Jadi gini, pertama kali denger lagunya tay yang YOU BELONG WITH ME. Hehe telat banget ! padahal doi udah mengeluarkan beberapa lagu yang fenomenal sampai sekarang. YOU BELONG WITH ME menggambarkan gue banget isi dari liriknya. Barangkali berkenaan dengan kepatahatian sejak 2009 jadi kepengin lebih tahu lagi lagu-lagunya tay. OMG hampir semua lagunya liriknya “gue banget” ini kenapa sih tay? Nulis lagunya galau-galau melulu. Hikz, jadi kepengin meluk tay dan bilang “Tay, nasib kita sama!”

Dan mulai dari YOU BELONG WITH ME inilah gue akhirnya resmi ketagihan mau download lagu-lagunya doi sampai hatam! Dan kepoin dia melulu lewat medsos. Lama-lama lamaaa tahu tay ini gue bener-bener resmi juga gue ngefens doi. Nggak soal lirik-liriknya yang sama dengan kehidupan gue dan memberi secara tidak disengaja lagu-lagunya yang menghipnotis gue menjadi lebih KUAT dan KUAT. Dan ternyata taylor ini sosok wanita yang dermawan! Bayangin aja, tiap kali doi tour atau konser nyisain dananya buat nyumbangin orang-orang yang nggak mampu! HOW AWESOME SHE IS??

Udah gitu pakaiannya sederhana “ala barat” nggak terlalu fulgar selama doi pakai baju di arena publik. Gaya pakaiannya vintage banget! Mulai dari ujung kepala sampai telapak kaki. SEDERHANA, selalu casual dan chic lihat penampilan doi. Ah ini mah gue banget yang juga suka tampil casual. Daann taylor ini pecinta kucing dan melihara kucing! WOAH! You almost in me ^^

Sampai akhirnya gue meniatkan meanbung untuk konser taylor seandainya doi datang ke INDONESIA. And finally, bener-bener ada REDTOUR di ASIA, dan available di INDONESIA.
Bulan MARET 2014 gue udah riweuh ngurusin tiket buat nonton REDTOUR. Mulai dari izin dari kantor, ngantri lama, deg-degkan dapetin tiket silver, di refund, sistem online yang bermasalah, kena biaya administrasi yang TOTAL gue ngeluarin duit hampir 1.500.000 dan Alhamdulillahnya sampai tanggal 4 JUNI 2014 SHOW MUST GO ON! Gue akhirnya nonton seorang diri, dan dapetin spot di belakang dekat pagar niat buat dapetin spot paling depan nggak kesampaian akhirnya gue nemu spot yang juga ada stage B nya disana maksud biar bisa lihat taylor secara jelas. Dan pas nyanyi 22 tay bener-bener turun dari mainstage dan menuju stage B. Walhasil gue kena gencet, dan melihat tay hanya sekilas pandang, gila! Cepet banget lewatnya..... tangan udah julur2 tetep nggak dijamah sama doi. Hikz, SEDIH!  Udah pas nonton tay dari mainsatge kelihatan kecil banget dan kealingan tab-tab yang pada menjuntai ke atas. Gue hanya bisa lihat dari Screen aja sambil jingkrak-jingkrak. OMG taylor, seginikah aku menginginkanmu..

REDTOUR jakarta........ sangat sangat MERAH!


take from @swiftindonesia

Sampai rumah gue nonton REDTOUR berasa mimpi, pengen banget mimpi itu terulang dan secara nggak sengaja, gue nangis.. “kok cepet sih, kok gitu doang sih, kok gue bego banget sih gak lihatin tay sampai bener-bener puas.”


Kali pertama gue nonton konser orang luar, dan sekalinya ini gue ngefens pakai banget sama orang luar. Karena apa? Seorang tay mirip sama gue, bedanya tay bisa kuat dan menghasilkan karya yang sangat luar biasa. Tay insipirasi gue untuk selalu bisa tersenyum saat kepatah hatian. Dan anehnya saat patah hati dan jatuh hati, lagu-lagu tay selalu jadi backsong hidup gue. Taylor swift i wanna say THANKS for everything for your lyric give me best situation..
with love,

your biggest fan

Kamis, 22 Mei 2014

Awas Copet, waspadalah!

Jakarta sudah tak aman! Duh, hati-hati nih buat para wanita yang pemakai angkutan umum ibu kota Jakarta. Pasalnya kejahatan ada di  mana-mana dan di setiap kesempatan. Benarlah ucapan ibu saya yang ketika keluar rumah ia sering berkata, “hati-hati!”

Sebenarnya sudah sering juga saya menjadi incaran para pencopet.  Alhamdulillahnya modus para pencopet itu selalu gagal. Kenapa? Apakah saya berhati-hati? Justru saya ceroboh dan saya menulis di sini sedikit ingin share kepada kalian bahwa jangan sampai kecopetan terjadi pada kalian.

Jadi gini, tepatnya di metro 69 jurusan Blok M- Ciledug. Sepulang kerja sekitar jam 7 malam. Kondisi saya saat itu ngantuk banget dan tertidur dengan mendekap tas ransel saya.  Entah kenapa tiba-tiba saya tebangun dan mendapati resleting tas paling depan dan samping saya terbuka. Dengan cepat saya tersadar bahwa saya menjadi target pencopet itu. Tanpa ada perlawanan dari saya toh pencopet itu juga sudah kecele. Pasalnya dia hanya berhasil mencopet dompet koinan saya yang sengaja saya taruh depan tas. Modusnya adalah dengan sengaja dempetin badannya ke target dan menyampirkan jaket hitamnya ke depan.
Notes: Jangan tertidur di angkutan umum kecuali ada temanmu yang tidak juga tertidur di angkutan.

Cerita kedua, tepatnya di kopaja 19 jurusan Blok M-Ragunan. Saya menunggu di terminal Blok M dan buru-buru menaiki kopaja dengan tas ransel yang saya sampirkan di belakang. Ketika itu ada beberapa laki-laki yang ingin naik juga tetapi mendorong saya. Dan yang terjadi adalah ketika saya berhasil duduk di dalam kopaja adalah tas ransel saya kancingnya terbuka! Awalnya nggak sadar kalau tas saya kebuka gara-gara pencopet itu. Dan keanehan lagi terjadi, kondisi di kopaja saat itu sepi saat ada perempuan yang ingin turun lagi-lagi pencopet itu buru-buru mendekatinya dari arah belakang dan sengaja tidak turun. Ternyata modusnya adalah dengan mendekati penumpang yang ingin turun. Begitupun saya ketika mau turun dan lagi-lagi pencopetnya buru-buru mendekati saya. Karena sudah tahu modusnya, saya pun menyampirkan tas ransel saya ke depan dan saya menyilakan pencopet itu turun terlebih dulu. Tapi apa? Tuh doi malah mundur ke belakang dan walhasil pencopetnya gagal nyopet.
Notes : Sampirkan tas kalian ke depan dalam keadaan apapun. Ingat copet ada dimana-mana.

Cerita ketiga, jurusan 69 Blok M- Ciledug. Sengaja duduk dekat jendela karena saya turun penghabisan alias ciledug. Ada seorang mas mas kucel setengah beler kayanya. Dari situ saya sudah gelisah nggak pengin mas mas itu yang duduk sebelah saya. Bukan karena nggak cakep, bukan! Tapi firasat udah nggak enak. Dan benar saja. Ketika saya berpura-pura tidur alias memejamkan mata saja. Copet itu tangannya sudah mulai beraksi. Awalnya tuh copet pura-pura tidur dengan tangan yang ingin menjamah saya. Langsung saya berpindah tempat duduk yang kebetulan ada yang kosong.
Notes: Jangan biarkan kalian duduk di dekat jendela dan sekali lagi. Jangan tertidur ya!

Cerita keempat, tepatnya di jembatan penyebrangan hotel Kartika Chandra daerah kuningan. Mau pulang dari kosan teman sekitar pukul 10 malam. Seorang diri sedang menunggu kopaja 66 yang ke Blok M. Cukup lama menunggu, dan ada seorang bapak-bapak yang mendekati saya pakai motor yang saya kira tukang ojek ternyata tuh bapak hanya menanyakan arah ke grogol dan saya jawab. Bapak itu Tanya lagi, “Mba mau kemana?” | “ke Blok M”
Tiba-tiba doi angkat HP dan bilang gini, “Ini saya di kuningan, loe udah dimana? Hah Blok M? katanya grogol? Ya udah deh saya ke sana!”
Begitulah omongannya yang saya dengar. Jelas saja dengar, wong bapak itu ngomongnya sengaja dikeraskan. Maksudnya sih biar saya tahu kalau bapak itu mau ke Blok M juga. Saya sudah menaruh curiga dari doi angkat telepon dan menyebut Blok M. Setelah menutup telepon, bapak itu kembali bertanya, “Mba mau ke blok M ya? | “iya” | “Bareng saya saja mba, saya juga mau ke blok M” | “nggak pak, saya naik angkut saja, ntar lagi juga ada angkotnya.” | “Bareng saya saja yuk! Biar saya tahu arahnya juga.” | “Saya juga nggak tahu arah ke Blok M kalau pakai motor.” | “ Nggak apa-apa mbak, bareng saya saja.”

Nahh loh… kok bisa bapak itu maksa saya buat ikut? Lagian saya juga nggak tahu arah ke Blok M kenapa lagi-lagi bersikeras bapak itu mau ajak saya?
Untungnya nggak lama setelah menolak ajakan bapak itu kopaja yang saya tunggu pun tiba. Dan say good bye deh buat copetnya.
Notes: Jangan nunggu apapun itu di tempat sendirian ya!

Cerita kelima, di dalam mikrolet. Saya lupa jurusan apa, kejadiannya sekitar tahun 2011 pas bulan Ramadhan. Bayangkan! Kondisinya saat itu hanya 4 orang penumpang. Sudah mulai curiga waktu mau naik, soalnya mereka duduk menyebar tidak saling dempet-dempetan. Duduk di pojok belakang kiri kanan dan depan kiri kanan. Jadilah saya duduk di pertengahan mereka. Dengan PD nya saya pegang HP membalas sms teman saya, saat itu memang urgent banget sih kepengin ngebalesin. Tiba-tiba seorang bapak mengomentari ibu yang menggendong anaknya yang sedang rewel. Tetap HP di tangan, sambil melihat sekadarnya saja. Dan sudah tahu gelagatnya yang memerhatikan HP saya. Buru-buru saya turun. Eh tuh copet pakai bilang gini “Turun sini ya mbak?”
Notes: Jangan mudah dialihkan perhatiannya. Jangan mainan HP di angkutan!

Cerita keenam, kopaja 614 jurusan Cipulir-Pasar Minggu. Kondisinya saat itu penuh penumpang. Dan si copet menawarkan saya untuk duduk, kebagian duduk di belakang diapit laki-laki. Dari situ perasaan udah nggak enakan. Pasalnya mereka berdua sudah main lirik-lirikan. Entah ada keberanian apa akhirnya saya pelototin mereka juga sambil mewaspadai tas yang saya dekap. Setelah lihat-lihatan berlangsung akhirnya tuh copet turun. Dan ada yang bertanya ke saya, “Mbak, nggak ada yang hilang kan?” | “Nggak ada mas.”
Notes : Jangan mau duduk diapit laki-laki!

Cerita ketujuh, lagi-lagi metromini 69 jurusan Blok M- Ciledug. Kondisinya penuh penumpang. Dan saya berhasil naik dari pintu depan. Penumpang banyak anak sekolahan. Si copet sengaja sampirin tasnya kedepan modusnya biat gampang nyopetnya. Cerobohnya saya saat itu adalah tote tas disampirin ke samping. Dan si copet berhasil membuka tas resleting dan langsung saja tas saya kedepanin. Nggak lama copetnya turun. Ternyata copetnya berkoloni dan mencar-mencar.
Notes: Tas selalu disampirkan ke depan ya!

Cerita kedelapan, waktu SMU naik mikrolet BO2 jurusan Cikokol-Ciledug. Kondisinya saat itu penuh penumpang. Tumben-tumbenan penuh di B02. Kondisinya saat itu tas saya nggak bisa kekancing rapet. Dengan modus membaca koran, saya melihat tangannya menghampiri tas saya. Jadi, sebelum saya naik angkot orang yang duduk disamping copetnya menyuruh untuk menyediakan tempat duduk saya, maksudnya supaya si copet gampang ngambil isi di dalam tas saya. Dan sesaat saya memergoki copet itu saya mau buru-buru turun dan copet satu lagi yang duduk deket pintu menyogok orang yang duduk di sampingnya pindah tempat duduk dekat pintu maksudnya biar saya susah turun dari angkot.
 Notes: Jangan mau duduk dipojokan mikrolet!

Cerita kesembilan, pertama kali kecopetan.  Zaman SMP di mall Blok M. Waktu itu lagi booming jajanan d’crepes saking booming-nya, yang ngantri banyak. Saya menaruh dompet di kantong celana belakang. Baru tersadar kecopetan pas sudah berhasil dapetin d’crepsnya. Untungnya hanya dompet anak SMP yang nggak ada isinya, soalnya saya menaru uang di kantong celana lainnya dan bukan di dompet.
Notes: Jangan taru dompet di kantong celana!

Itulah rentetan moduser para pencopet dengan macam-macam cara. Selain waspada dan berhati-hati jangan sampai kalian bengong dan melamun di jalan ya! Saya terbiasa berzikir atau bersalawat saat ada di angkutan umum. Alhamdulillah manfaat banget. Nah itu buktinya saat saya memperbanyak zikir dan salawat. 



Rabu, 30 April 2014

Senin, 10 Maret 2014

Mainnya Fisik

Idhan Papan.. Yup! Nama saya di dunia maya. Kenapa harus papan? Haha, pasalnya iseng saja sih, sekadar bingung mau diisi apa dengan ekoran nama saya saat ini. Yang jelas nama saya terlalu singkat. Dan lagi kata papan itu bisa dianalogikan bentuk tubuh saya yang seperti papan. U know? Lurus, datar gitu? Bisa dong dibayangin postur tubuh saya seperti apa?

Minggu ini saya dan beberapa teman saya tumben banget bisa berkumpul bersama, di meja yang sama, seperti waktu-waktu sebelumnya. Kangen saya kepada teman-teman “sableng” ini, bisa dilampiaskan dengan banyaknya candaan kita yang saling tusuk menusuk. Ya nggak apa-apa dong ya, tusuk-menusuk di depan daripada di belakang?? Sakitttt *loh (awas piktor) yang saya maksud adalah berani bicara blak-blakan. Dan tidak bicara saat orang itu tidak ada di depan mata kita.

Obrolan kita terbilang random, kesana kemari. Saling hina-menghina, saling support men-support. Obrolan kita berakhir pada bentuk tubuh! Fisik! Oke.. maaf, bukannya saya sangat perasa pada obrolan fisik, tapi dengan bahasan fisik kita sudah tidak mensyukuri nikmat Allah? Jangan sampai ya ^^

Jadi gini, katanya.. cowo TIDAK suka dengan cewe yang kerempeng.. No no it mean kurus kali ya? Lebih elegan disebut.

“Gemukin dhan biar ada yang kepincut.”

Haduh.. mulai saya yang dianjurkan untuk menggemukkan badan. Sarannya baik sih, itu berarti saya memang terlalu kurus untuk postur tubuh cewe pada umumnya. Biar saya katakan sendiri, dengan tinggi 158 CM dan berat badan yang hanya 40 KG. Upss.. 40 KG itu saja kadang masih tentative loh. Malah keseringan tidak sampai 40 KG. Alhamdulillahnya, saya bukan orang yang ngoyo untuk menjadikan tubuh saya ideal. Sudah sehat saja dengan tubuh kurus ini Alhamdulillah banget.

Katanya teman cowo saya lagi.. “Cewe pertama yang dilihat tuh dari fisik dhan!”

Iya sih iya.. Tapi apakah tubuh ideal patokan untuk seorang cewe dilihat dan dilirik dari fisik? Masih ada kan fisik lainnya? Misalkan wajah, hidung, bibir, dahi, pipi, mata, kuping, tangan, kaki, dll. Bukan ukuran tubuh juga kan? Lagian tipe cowo melihat dari segi fisik, pasti berbeda-beda. Saya tekankan “Semua cowo tidak berpaku pada satu ukuran tubuh seseorang entah cewe gemuk atau kurus.” Kan juga beda-beda pilihan cowo. Tergantung selera. Artinya, cewe itu dipilih karena menurut selera si cowo sudah ideal. Bisa tubuh yang kurus sudah cukup ideal baginya untuk akhirnya bisa dipilih.

“Gemukin dhan, loe tuh kurus banget.” 

Oke, saya memang terlalu kurus pakai banget. Nggak terlalu heran juga tiap kali saya bertemu dengan teman lama saya, banyak yang bilang dari mereka: “Kok nggak berubah ya?” atau “Kok kurusan?” Dueng!
Lagian siapa sih cewe yang nggak kepengin punya tubuh yang ideal? Jujur, saya saja kepengin gemukin, ya minimal naik 1 KG saja sudah waah banget! Dan sekali lagi, saya bukan tipe cewe yang ngoyo banget mau gemukin badan. Niat gemukin sih iya!

Saya jadi terngiang-ngiang kalimat dari teman cowo saya, “Pandangan pertama cowo itu pada fisik.”  

Saya sih pasrah saja pada statement itu, toh saya juga tidak mengaminkan perkataannya. Kalau memang yang dilihat dari awal ternyata memang dari fisik. Saya hanya bisa menertawakannya saja. Apakah dia bisa menjamin wanita yang dicintainya karena fisik bisa bahagia hidup berdua dengannya? Hmm.. Tuhan lebih mengerti. Toh masih banyak juga kok, pertama kali yang dilihat cowo dari  atitudenya, dari obrolan yang mengalir, dari gaya bicara, dari table manner, dari becandaannya, dll.

Dan lagi kata teman saya, “Kalau kurus, nggak bisa diapa-apain.”
Spontan saya terperanjat mendengar kalimat itu dari mulut teman saya yang sudah menikah. Saya jadi bertanya pada diri saya, apanya yang nggak bisa diapa-apain ….??

Memangnya main di atas ranjang harus bersama pasangan dengan tubuh yang semok, geboi, aduhai supaya bisa klimaks gitu? Oops abaikan ! Walaupun saya belum menikah, faktor bahagia di atas ranjang saya berani bertaruh bukan karena bentuk tubuh yang kekurusan. Faktor bahagia di ranjang adalah saling mengerti saling memahami kekurangan “mainnya” sekali lagi bukan dari bentuk tubuh! Ya kan..?

Syukuri apa yang ada, sudah sehat juga sudah Alhamdulillah.