Senin, 10 Maret 2014

Mainnya Fisik

Idhan Papan.. Yup! Nama saya di dunia maya. Kenapa harus papan? Haha, pasalnya iseng saja sih, sekadar bingung mau diisi apa dengan ekoran nama saya saat ini. Yang jelas nama saya terlalu singkat. Dan lagi kata papan itu bisa dianalogikan bentuk tubuh saya yang seperti papan. U know? Lurus, datar gitu? Bisa dong dibayangin postur tubuh saya seperti apa?

Minggu ini saya dan beberapa teman saya tumben banget bisa berkumpul bersama, di meja yang sama, seperti waktu-waktu sebelumnya. Kangen saya kepada teman-teman “sableng” ini, bisa dilampiaskan dengan banyaknya candaan kita yang saling tusuk menusuk. Ya nggak apa-apa dong ya, tusuk-menusuk di depan daripada di belakang?? Sakitttt *loh (awas piktor) yang saya maksud adalah berani bicara blak-blakan. Dan tidak bicara saat orang itu tidak ada di depan mata kita.

Obrolan kita terbilang random, kesana kemari. Saling hina-menghina, saling support men-support. Obrolan kita berakhir pada bentuk tubuh! Fisik! Oke.. maaf, bukannya saya sangat perasa pada obrolan fisik, tapi dengan bahasan fisik kita sudah tidak mensyukuri nikmat Allah? Jangan sampai ya ^^

Jadi gini, katanya.. cowo TIDAK suka dengan cewe yang kerempeng.. No no it mean kurus kali ya? Lebih elegan disebut.

“Gemukin dhan biar ada yang kepincut.”

Haduh.. mulai saya yang dianjurkan untuk menggemukkan badan. Sarannya baik sih, itu berarti saya memang terlalu kurus untuk postur tubuh cewe pada umumnya. Biar saya katakan sendiri, dengan tinggi 158 CM dan berat badan yang hanya 40 KG. Upss.. 40 KG itu saja kadang masih tentative loh. Malah keseringan tidak sampai 40 KG. Alhamdulillahnya, saya bukan orang yang ngoyo untuk menjadikan tubuh saya ideal. Sudah sehat saja dengan tubuh kurus ini Alhamdulillah banget.

Katanya teman cowo saya lagi.. “Cewe pertama yang dilihat tuh dari fisik dhan!”

Iya sih iya.. Tapi apakah tubuh ideal patokan untuk seorang cewe dilihat dan dilirik dari fisik? Masih ada kan fisik lainnya? Misalkan wajah, hidung, bibir, dahi, pipi, mata, kuping, tangan, kaki, dll. Bukan ukuran tubuh juga kan? Lagian tipe cowo melihat dari segi fisik, pasti berbeda-beda. Saya tekankan “Semua cowo tidak berpaku pada satu ukuran tubuh seseorang entah cewe gemuk atau kurus.” Kan juga beda-beda pilihan cowo. Tergantung selera. Artinya, cewe itu dipilih karena menurut selera si cowo sudah ideal. Bisa tubuh yang kurus sudah cukup ideal baginya untuk akhirnya bisa dipilih.

“Gemukin dhan, loe tuh kurus banget.” 

Oke, saya memang terlalu kurus pakai banget. Nggak terlalu heran juga tiap kali saya bertemu dengan teman lama saya, banyak yang bilang dari mereka: “Kok nggak berubah ya?” atau “Kok kurusan?” Dueng!
Lagian siapa sih cewe yang nggak kepengin punya tubuh yang ideal? Jujur, saya saja kepengin gemukin, ya minimal naik 1 KG saja sudah waah banget! Dan sekali lagi, saya bukan tipe cewe yang ngoyo banget mau gemukin badan. Niat gemukin sih iya!

Saya jadi terngiang-ngiang kalimat dari teman cowo saya, “Pandangan pertama cowo itu pada fisik.”  

Saya sih pasrah saja pada statement itu, toh saya juga tidak mengaminkan perkataannya. Kalau memang yang dilihat dari awal ternyata memang dari fisik. Saya hanya bisa menertawakannya saja. Apakah dia bisa menjamin wanita yang dicintainya karena fisik bisa bahagia hidup berdua dengannya? Hmm.. Tuhan lebih mengerti. Toh masih banyak juga kok, pertama kali yang dilihat cowo dari  atitudenya, dari obrolan yang mengalir, dari gaya bicara, dari table manner, dari becandaannya, dll.

Dan lagi kata teman saya, “Kalau kurus, nggak bisa diapa-apain.”
Spontan saya terperanjat mendengar kalimat itu dari mulut teman saya yang sudah menikah. Saya jadi bertanya pada diri saya, apanya yang nggak bisa diapa-apain ….??

Memangnya main di atas ranjang harus bersama pasangan dengan tubuh yang semok, geboi, aduhai supaya bisa klimaks gitu? Oops abaikan ! Walaupun saya belum menikah, faktor bahagia di atas ranjang saya berani bertaruh bukan karena bentuk tubuh yang kekurusan. Faktor bahagia di ranjang adalah saling mengerti saling memahami kekurangan “mainnya” sekali lagi bukan dari bentuk tubuh! Ya kan..?

Syukuri apa yang ada, sudah sehat juga sudah Alhamdulillah.