Hangout ala Raditya Dika bareng artis-artis


Duh, tumben-tumbenan saya mau nonton film karya Raditya Dika di XX1. Mungkin karena saking penasarannya saya sama film Hangout, setelah beberapa kali kepo sama vlog radit di Youtube tentang pembuatan skrip film Hangout dan BTS-nya. Dari situ saya tahu vlogger asal Malang, Bayu Skak juga ikut berperan sebagai Bayu as Youtuber. Lalu, ada Dinda Kanya Dewi: sama pere ini, saya kagum. Dinda anaknya suka nyeni banget sih ya. Jadi keikutan suka sama her personality.  Dan beberapa artis lainnya yang wajahnya sudah tidak asing lagi dilihat.

Awalnya, bocoran yang saya tahu dari film Hangout ini adalah tidak mengangkat tema cecintaan lagi (ohbaguslah). Saya sempat beberapa kali nonton karya Radit dari laptop, nggak sama sekali saya sukai. Mungkin karena beberapa adegannya terlalu garing, menurut saya.

Saya kira, film Hangout menceritakan perjalanan Radit yang entah ke mana dan so so buat dilihat. Namun ternyata... bahasa alaynya goks! Memang benar, Radit di film ini pergi entah ke mana yang berujung kegilaan para artisnya. Saya suka sekali settingan tempatnya: di tengah hutan belantara ada sebuah rumah kayu yang cukup besar.

Wah Radit kece! bikin film horor-thriller-komedi gitu. Jadinya pas nonton agak-agak gimana gitu. Scene yang paling terkocak saat saya tonton adalah: Dinda Kanya Dewi, the best deh! Apalagi pas kena pisau-pisau itu.
(((kalian yang belum nonton, wajib fokus pada scene ini)))

Prili Latuconsina, kok bisa sih dia jadi cantik-cantik srigala, pas Prili lihat Bulan Purnama, di situ saya melihat Prili (omaigod omaigod). Pokoknya wajib ditonton scene ini juga!

Matias mucusnya sayang sekali mendapat adegan yang hanya sebentar. Titi Kamal, dalam film Hangout menceritakan dirinya yang tidak banyak orang tahu, kalau saya malah tahu kalau Titi Kamal itu emang begitu (ya, pokoknya nonton aja lah ya) terus pula, nyinggung-nyinggung film AADC.
Surya Saputra saat nonton dianya, saya agak rancu. Gila aja gitu, si Surya bisa akting dengan sangat well done. Gading Martinnya saat adegan kejar-kejaran sama duo stand-up-comedy yang berakhir di gubuk itu epic! Saleh Solihun mendapat adegan paling banyak setara Radit kayaknya. Partner banget ya..

Banyak sinematografi yang saya tangkap di luar dugaan saya. Saya pikir flat-flat aja, rupanya ada something yang membuat saya tertawa sendiri. Dan endingnya.. lumayan lucu, lumayan lho Saleh Salihun cakep. 

Jangan kaget kalau kalian nonton Hangout di Bioskop. Warning! banyak anak alaynya yang suka heboh sendiri. Gemes nggak sih kalau mau menonton film dengan santai, tetiba ada yang nyeletuk Om Telolet Om. 7(26#$962#*$@^ ditambah lagi teriak duluan sebelum adegan teriak-teriak.

Raditya keren sih, bikin film ada pesan moral pada filmnya. Pesan moralnya: Kalian sebagai teman yang baik, harus ada ketika teman membutuhkanmu. Kalau ada teman yang mau cerita apa pun kalian siap ada. Balik lagi ke dalam hubungan membangun komunikasi yang baik kepada teman.

_We cannot not communicate_  

Ada Apa dengan Bulan Terbelah di Langit Amerika 2


IHB (Indonesian Hijab Blogger)

Yaay malam minggu nobar bareng IHB itu rasanya sangat memorable deh. Apalagi yang ditonton kaya manfaat. Film Bulan Terbelah Di Langit Amerika yang kedua kalinya diundang nonton premiere sama IHB. Alhamdulillah nobarnya berjalan sangat menyenangkan. Apalagi kami berpakaian dress code touch navy.
Diawali dengan cuplikan kisah zaman dulu dari sejarah muslim Bangsa Hui yang terjajah oleh bangsanya sendiri. Dan beberapa potongan masa lalunya Azima yang diperankan oleh Rianti Cartwright yang berkonflik dengan ibu kandungnya. Scene-scene tersebut agak loncat ke sana-ke mari. Jadi saya bingung nontonnya. Tapi ke-sana-sananya saya suka sekaliii…
Film ini menarik, karena memberitahu saya bahwa penemu benua Amerika pertama kali bukanlah Columbus, tapi Laksamana Cengho. Selain itu bumbu-bumbu kisah cinta juga terdapat pada film ini. Antara Stefan yang diperankan Nino Fernandez dengan Jasmine yang diperankan Hannah Al-Rashid dan kisah cinta ibu dan anak yang mengharu biru, Azima dengan ibundanya yang diperankan oleh Ira Wibowo.
Di film ini, Hanum kembali mengemban tugas dari Gertrude, yang merupakan bos dari Hanum untuk menemukan bukti harta karun peninggalan pelaut muslim yang pernah lebih dulu menemukan Benua Amerika. Hanum, hampir kehabisan ide, karena ia tak satu pun menemukan bacaan yang tercantum di sana bahwa pelaut muslimlah yang lebih dulu menemukan Benua Amerika. Maka, itulah tugasnya untuk menemukan salah satu bukti yang diperintahkan oleh bosnya. 
Nah, pada pencarian bukti harta karun inilah film ini nampak lebih seperti film laga. Agak deg-degkan nontonnya. Kalau mau tahu lebih lengkap ceritanya, tonton saja film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 mulai tanggal 8 Desember ini, sudah tayang serentak di bioskop-bioskop kesayangan Anda.
Dan... dari film ini, saya menemukan beberapa quote yang berhasil saya himpun. Hehe, maklum anaknya suka baperan pada beberapa potongan kalimat yang disampaikan oleh para aktor. 

11 cara melejitkan rezeki tanpa pernah diduga


pic: pinterest
Entah kenapa saya selalu mendapati teman yang bilang saya banyak uang dan uangnya unlimited. Saya aminkan perkataan mereka. Kali-kali aja beneran. Alhamdulillah selama saya hidup digaji oleh Allah, saya bisa mencukupkan keuangan yang saya terima dari-Nya. Saya ingin berbagi tips dan pengalaman saya. 
Kenapa gaji dari Allah selama hidup, saya merasa cukup, terkadang sampai ada sisa uang di tabungan atau di tangan? Ini karena Allah Mahabaik sama saya. Dan, beberapa tips ini yang saya jalani ketika uang dari Allah saya terima. 

1. Mengelola uang dengan baik dan terencana. 

Ini sih yang paling utama dalam mengamankan keuangan kita. Mengelola uang yang kita dapati setiap bulannya, rada gampang-gampang susah. Jadi, ketika saya menerima gaji bulanan, seketika saya mengeposkan keuangan saya untuk pakai ini-itu. Semisal, gaji saya 7.000.000. Lalu apa saja pengeluaran yang akan saya gunakan dari gaji bulanan saya? 

a. Pos tabungan     : 2.000.000
b. Pos makan         :1.000.000
c. Pos ongkos        : 1.000.000
d. Pos orangtua     : 1.000.000
d. Pos entertain     : 1.000.000
e. Pos sedekah       :   200.000
f. Pos tak terduga  :   800.000

Contoh tersebut bisa kamu ubah sesuai kebutuhan pengeluaran kamu tentunya. Karena saya masih single, jadi untuk pos pengeluaran anak tidak saya cantumkan di atas. Tapi, saya sarankan untuk menyisihkan pos sedekah. Karena bagaimanapun sedekah itu yang mencukupkan rezeki kita.

2. Mengamalkan salat Dhuha.

Saya tidak berpikir kalau mau dapet rezeki yang baik, kudu melakukan ikhtiar salat Dhuha. Saya malah senang menjalankan ibadah ini, karena selain mendapatkan pahala ibadah sunah, saya merasa perlu bersyukur dengan melakukan salat Dhuha. Memang bentuk syukur berbagai macam caranya. Salah satunya melaksanakan salat Dhuha. 

Dari salat Dhuha, saya tidak sedang berhitung rezeki, kalau sudah salat Dhuha. Ya, biarkan Allah yang menetapkan rezeki saya ada di mana: entah kesehatan rohani dan jasmani, materi, keluarga, teman, dll. Yang saya rasakan sesudah salat Dhuha apa? Saya merasa tambah bersyukur saja, setelah saya mengalami berbagai kenikmatan dari-Nya.

Karena niatnya lurus maka Allah juga akan memberikan hasil yang baik juga. Jadi, jangan sekali-kali salat Dhuha karena mau dapet tambahan rezeki. Kalau bisa nih, niatkan bukan karena ingin dapat tambahan rezeki dari Allah, tapi niat memperbaiki rezeki. Ya, jadi tak semata-mata Allah saja yang memberikanmu rezeki, tapi kamu juga harus berusaha memperbaiki rezeki tersebut. 

3. Memberikan uang/makanan/hadiah kepada orangtua.
Kalau kamu berpikir memberikan uang kepada orangtua membuat rezekimu berkurang, hal itu salah besar. Justru, dari sinilah nilai keberkahan rezeki kita ada pada doa orangtua. Dan, hal ini termasuk dalam kategori sedekah. Ingat firman Allah, 

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Jangan berpikir uang yang kamu berikan kepada orangtuamu sebagai bentuk bakti. Hal ini tentunya tidak bisa kita bandingkan dengan pengeluaran dan usaha keras orangtua dari melahirkanmu sampai kamu bisa menghasilkan uang sendiri. Niatkanlah hal ini sebagai keridaanmu untuk membahagiakan orangtua. Jika orangtua senang dengan pemberian darimu: uang/hadiah/makanan. Allah pun akan senang denganmu. Jika Allah senang, Allah tak akan berpikir panjang untuk memberikanmu kebahagiaan. 

4. Membeli dagangan yang tidak kita inginkan.

Kalau kamu sering jalan naik angkutan umum atau jalan kaki di pinggir jalan. Pasti akan kamu temui pedagang yang sudah tua renta dan masih menjajakan dagangannya dengan tampang memelas. Namun, tetap semangat duduk menanti pembeli. 
Jangan lewatkan momen ini hanya sekadar iba atau berdoa semoga dagangannya laku. Manfaatkan momen ini dengan membeli dagangannya. Ya, walaupun kamu tidak membutuhkannya. 

Belilah dulu, butuh nggak butuh urusan belakangan. Toh, kalau kamu memang tidak membutuhkannya, kamu bisa memberikannya kepada yang lebih membutuhkannya. Setelah kamu beli, kamu beri ke orang lain yang membutuhkannya (pengemis), ma sya Allah, pahalamu jadi berlipat-lipat. Apa yang kamu tunggu?    

5. Melebihkan uang untuk penjual yang terlihat susah payah.

Kalau tadi, saya singgung ke pedagang yang sudah tua renta. Sekarang, saya menyinggung pedagang yang masih muda, tetapi bersusah payah dalam mencari rezeki. Suka lihat pedagang yang masih memikul dagangannya dengan berjalan kaki? 
Kenapa nggak pakai gerobak dorong atau sepeda biar memudahkan usahanya? 
Saya malah sempat berpikir seperti itu. Namun, bukankah rezeki orang itu beda-beda. Mungkin mereka yang berdagang dengan memikul belum punya uang yang cukup untuk membeli gerobak atau pun sepeda. 

Saya sering lho, melihat pedagang lemari kecil, kaca-kaca besar dipikul dan ia berjalan kaki di tengah teriknya matahari. Saya terenyuh melihatnya. Sayangnya, saya hanya bisa berdoa untuknya. Dan, pedagang seperti itu sebaiknya jangan ditawar lagi dagangannya. Tapi, tetap saja masih ada yang tega menawarnya. Padahal mereka sudah susah-payah berdagang keliling dengan jalan kaki. Alangkah baiknya, kamu tambahkan uangnya sebagai ganti jihad mereka berjualan. Memberi tip kepada pelayan jasa saja kamu tak keberatan, kok ini melebihkan untuk pedagang keliling kamu tak mampu memberikannya. Siapa tahu, sepanjang perjalanan mereka berjualan, ia tak henti-henti berdoa untuk kebaikanmu.  
 
6. Memberikan uang ke pengamen.

Suka risih nggak sih, ada pengamen anak jalanan, bernyanyi dengan suara parau? Bukannya menikmati alunan lagunya, yang ada malah tambah emosi. Apalagi saat menikmati makanan pinggir jalan atau saat di angkutan umum mau tidur. 

Boleh saja marah, tapi jangan diluapkan ya. Ketahuan kamu tidak menghargai nyanyian mereka bahkan bisa menyakiti hati mereka yang berniat mencari nafkah. Saya lebih menghargai pengamen lho yang ada usahanya untuk mencari rezeki ketimbang pengemis di jalan yang terlihat sehat-bugar. Lagian, nggak semua pengamen kan memiliki suara merdu layaknya Istiana. Nah, coba deh beri penghargaan usaha mereka dengan memberikan uang yang receh bagimu, tetapi berharga buat mereka.

7. Memberikan uang kepada pemulung.

Paling kasian kerja jadi pemulung. Mainannya sampah dan barang-barang bekas, pasti kotor dan bau. Terbiasa bagi kita menutup hidung saat melewati pemulung. Iya apa iya? Lagian, bukan mau mereka jadi pemulung kan, yang setiap harinya bergumul dengan sampah. 

Hebatnya pemulung, karena sudah terbiasa, mereka jadi kebal sama bau sampah. Sayangnya, kebanyakan orang saat bertemu dengan pemulung, tangannya dibuat untuk menutup hidungnya sendiri, padahal lebih baik tangannya dipakai untuk memberikan uang kepada pemulung dengan cara yang santun. Pasti pemulung itu akan senang dan kita pun juga akan senang saat melihat senyumnya mengembang. Kalau hati sudah senang hati-hati jatuh hati #lah. 
8. Silaturahim.

Siapa yang setuju kalau silaturahim memperluas rezeki? Saya setuju banget. jangan dikira rezeki hanya soal materi ya. Ketemu teman-teman lama itu mengasyikkan lho, kita bisa mengasah kemampuan komunikasi kita saat bertemu dengan teman lama. Asalkan nggak gibah ya. Kalau ketemu teman lama, pastinya kita jadi cerewet mengajukan beberapa pertanyaan untuk mereka. Dan, dari hasil obrolan bukannya tidak mungkin, temanmu akhirnya membantu kesulitanmu: jodoh, materi, pekerjaan, dll. 

Teman lama yang lama tidak kita kunjungi akan senang apabila kita bersoan ke rumahnya lho, apatah lagi kita membawakan makanan untuknya. Mereka tentunya akan berterimakasih kepada kita. Dan, kalau teman kita bahagia, kita juga ikutan senang, kan? Kali aja, setelah dari rumahnya, beberapa pekan kemudian, teman kita mengajak makan-makan di rumahnya. Makan dibalas makanan, cuy.
     
9. Menginfakkan uang di mesjid.

Kalau kamu lagi jalan-jalan dan salat di Mesjid. Banyak mesjid yang menyediakan kotak amal. Entah untuk infak mesjid itu sendiri, sedekah yatim-piatu, atau kaum dhuafa. Sedekah itu banyak jenisnya, termasuk infak mesjid. Nah, selesai salat, barang 1000-2000 perak, lebih baik duitnya kamu tabung di kotak amal. Mana mungkin sedekah membuat kamu jatuh miskin. Ya, hitung-hitung saja kita nabung untuk amal kebaikan kita. 

10. Mentraktir teman jajan atau makan-makan. 

Siapa yang sukanya mentraktir teman? Haha pasti dikit sih yang hobinya mentraktir teman, malah justru kita sukanya ditraktir. Hari gini nolak yang gratisan? Pamali. 

Tapi, apa salahnya coba mentraktir teman sekali-kali, tentunya selain ada momen milad kamu ya. Nggak usah traktir mahal-mahal agar membuat temanmu senang. Coba saja misalkan traktir jajanan kesukaan teman kamu, nggak bakal nolak deh. Yang murah-meriah aja. Kalau teman sudah senang, in sya Allah didoain baik-baik, dan minim perselisihan.

11. Membantu teman pinjam duit atau memudahkan urusan orang lain.

Lagi senang, teman didekati. Lagi susah, teman dijauhi. Atuhlah jangan kitu nyak. Nggak baik juga sih modelnya kayak gitu. Dan, kamu jangan menjadi salah satu tipikal teman seperti itu ya. Kalau memang kita masih punya duit dan kebetulan teman lagi butuh duit. Apa salahnya meminjamkan untuknya. Kalau pun tidak ada, bilang saja: "Sisa uang gue cuman segini, say." Itu lebih baik diucapkan dari pada bilang: "Yah, gue lagi nggak ada duit." Tapi, besoknya kamu posting makanan enak di media sosial. Hal itu malah jadi nggak aman buat pertemanan kamu.

Jangan ragu untuk membantu teman yang sedang kesusahan ya. Kalau kita membantu kesusahan orang lain, Allah juga akan membantu kita di saat susah lho.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim).

11 cara itulah yang saya pernah terapkan dan alhamdulillah rezeki dari Allah datang tanpa pernah diduga.

Ternyata menanti itu berharga: Penantian Berharga by Rizky Febian



Di sini bukan mau ngomongin anaknya Sule, Rizky Febian. Bukan. Tapi, mau ngomongin lagu yang dinyanyikan oleh Iki (nama panggilan) yang kedua; Penantian Berharga. Awalnya, tahu lagu kedua Iki ini waktu saya nonton tayangan Ini Talk Show, ada promosi colongan dan dinyanyiin sendiri sama Iki. Sebelum dinyanyiin Iki, saya berekspektasi lantunan lagu Penantian Berharga bakal enak seenak Kesempurnaan Cinta atau bahkan lebih enak. Tapi, pas denger, kok kayak biasa aja ngedengerinnya.  

Entah saking penasarannya, saya tontonlah Youtube  official MV-nya. Masih belum ada feel-nya sih, karena saya terlalu fokus sama visualnya. Saya malah ngebandingin MV-nya Nann. Kok ya agak mirip-mirip gitu; pakai efek dreamy dan ada scene foto-fotonya. 

Saya kembali mengulang nontonin MV-nya Iki. Kali ini yang Official liriknya. Lumayan ngerasain feel-nya dan ngerasain lagu ini hidup dalam lirik. Liriknya terdengar mudah diingat dan tentunya, mengena hati para pendengar. Liriknya bisa mencakup semua usia nih. Terutama remaja dan dewasa muda.

Untuk yang remaja anggapan kata "jadian", menanti seseorang dan berharap akan bersamanya. 
Untuk dewasa anggapan kata "menikah", menanti seseorang yang lama dinantikan sebagai pasangan hidupnya untuk selalu bersama selamanya. Intinya sih, seseorang yang kesepian alias jomblo yang menanti pasangan hidupnya #tsaah (kayak gue, lah curhat). Yang ciptain lagunya namanya Aldi Nada Permana, seorang cowok; belum saya kepoin dia single apa mingle #nnah.

Suka sama liriknya, karena juga memuat motivasi. Sepertinya, Aldi ingin mengatakan: nggak apa-apa menanti lama seseorang, yakin penantian pasti berujung berharga.
Untuk beberapa lagu, awalnya saya cenderung menyukai lagu dari sebuah lirik yang mengena di hati saya, baru kemudian saya menghafal liriknya dengan suka-cita. Kalau kamu, jatuh cinta pada sebuah lagu tertentu karena apa?



Dahulu kita terbiasa
Selalu menunggu terus menunggu
Berharap datang seseorang
Untuk melengkapi kisah hidup ini

Terlalu sulit melangkah
Tuk temukan yang selalu dinantikan
Hingga kita pun berjumpa
Tiada lagi alasan untuk menunda

Reff:
Akhirnya kita bersama
Setelah menanti lama
Semoga selalu terjaga

Waktu telah berbicara
Menanti tak sia-sia
Karna kau yang kini ada
Sangatlah berharga

Bertahan di kesendirian
Telah menuntunku menemukanmu
Tanpa ragu aku berikan
Semua rasa cinta yang tersimpan lama

Penantian slama ini
Tak membuatku jera tetap berharap
Ku yakin seseorang kan
Datang kepadaku menggenggam tanganku

Back to reff
Sangat berharga penantian
Sangatlah berharga penantian

Dalam barisan kata pada lirik tersebut, saya malah fokus pada kalimat dalam reff-nya; kalimat yang huruf akhirnya berirama huruf A. Ini memudahkan kita melafalkannya. Dari yang saya bilang, awalnya saya tidak mendapatkan feel dari lagu Penantian Berharga, tapi lama-kelamaan lagu ini membuat saya ketagihan buat nge-reply berkali-kali (entah lebih dari 10 kali dalam sehari, mungkin).
Kirain hanya saya saja yang merasa begitu, ternyata komen di channel lagu Penantian Berharga merasakan yang sama.


Oya, lagu ini kayaknya sangat cocok dibawakan di resepsi pernikahan deh.
Listed this song for your wedding! 

 

Agar blogmu enak dibaca





Menulis yang baik emang nggak gampang, perlu jam terbang yang tinggi alias biasain nulis di mana pun dan kapan pun. Menulis biar dibaca enak oleh orang lain, juga nggak gampang, lagi-lagi perlu banyak membaca tulisan orang lain. Tujuannya sih, biar bisa ngebandingin tulisan kita dengan orang lain. Jadinya, kan kita paham apa yang kita baca itu, tulisannya enak atau nggak enak (yang tahu kita sendiri) 

Kalau kamu baca tulisan orang lain dari awal sampai akhir dan akhirnya kamu paham dengan maksud tulisannya. Berarti tulisannya enak dibaca. Apalagi kalau kamu membacanya tanpa jeda (nunda makan, baru baca lagi) 

Nah! saya ingin mencoba sharing apa yang saya rasakan saat membaca tulisan orang terutama blog orang lain. Sharing tentang bagaimana tulisan kita biar enak dibaca oleh orang lain juga sih sebenarnya. 
Oya, saya menelaah dari sudut pandang seorang pembaca ya, abaikan SP editor. Soo, ya this is.. 

Apa yang harus diperhatikan ketika menulis: 

1. EYD terutama kata depan

Saya suka gemes banget sama orang yang tidak memperhatikan EYD yang sejak SD, kita sudah diajarkan "kata depan". Kita harus bisa membedakan kata "di belakang" sama "dipakai" jelas beda ya, untuk kata keterangan tempat pemakaian kata "di" itu seharunsya dipisah. Hal sesimpel itu saja sebenarnya bisa ngebuat pembaca perhatian EYD terganggu kenyamanan membacanya lho. 

2. Sistematis

Seringnya, saya malah menskip tulisan orang yang semua paragrafnya tidak ada ide pokok, terlalu banyak basa-basi yang mereka tulis. Kata-katanya selalu diulang-ulang, maksud dan tujuannya selalu muter-muter sampai saya pusing bacanya. Alangkah baiknya, tulisan di blog hanya beberapa paragraf saja tapi jelas maksud dan tujuannya. Dan, yang terpenting sebuah tulisan utuh itu harus berirama: opening-pokok bahasan-kesimpulan-penutup. Udah gitu aja simpel.

3. Goal dari yang kita tulis

Apa pun tulisan yang kita tulis di mana pun, harus mempunyai goal atau benang merah yang akan kita sampaikan. Nggak mungkin dong, nulis nggak ada maksud dan tujuannya. Tapi, kebanyakan kita tidak mudeng dengan goal yang kita tulisi sendiri. Nah, biar memudahkan kita mendapatkan goal-nya perlu dibuatkan map menulisnya. Ya.. walaupun agak riweuh sih.

4. Interaksi 
 
Sekarang media apa pun, jenis komunikasinya tidak hanya satu arah saja. Media sosial sudah ranahnya komunikasi dua arah. Komunikasi yang membutuhkan interaksi. Ada feedback di dalamnya. Seperti blog yang tersedia kolom komen, fungsinya yang jelas untuk mengomentari hasil tulisan yang orang lain baca. Oke, karena blog sudah menyediakannya untuk kita. Kayaknya sih perlu untuk kita membuat a little interaction with the people who reads our blog. Contohnya di akhir tulisan, kita membuat satu pertanyaan saja yang mengundang orang lain untuk gemes menjawab pertanyaan kita. Kadang, saya malah bingung mau komentar blog orang yang kontennya flat. Dan, kalau ada interaksi, pastinya saya malah suka komen yang ditanya di blog tersebut.

Semoga bermanfaat, sedikit trik dan tips untuk aku dan kamu. 

Makan-makan steak di Jakarta

Hai-hai kamu yang doyan makan terutama pecinta segala daging (terkecuali daging manusia, horor banget sih ini) kali ini, saya mau ngomongin steak, yaay! Sebelum saya mau runutin beberapa tempat steak yang saya pernah icip-icip. Saya mau kamu tahu asal-usulnya. Rupanyaa… steak yang kita ucapkan ‘steik bukan stik’ asalnya dari Skandinavia lho, hayo Skandinavia mananya Ciledug? (jawabnya jangan diseriusin). Haha

Kalau buka kamus Oxford English, steak artinya irisan daging, yang pasti bukan irisan daging manusia *duhngilu* Nah, yang kita kenal, steak terbuat dari daging sapi. Namun, dalam berjalannya waktu dunia perkulineran, steak tidak hanya terbuat dari irisan daging sapi saja, tapi ada macam-macam daging; kerbau, rusa, babi, kambing, bahkan steak ikan. Dan, bahan untuk bumbunya pun beraneka ragam. Steak pertama kali diperkenalkan oleh tentara Inggris di Perancis setelah perang Waterloo. 

Buat kamu yang sering makan steak daging sapi, pasti udah kenal banget beberapa varian yang disajikan dengan hotplate dan mas-mas ganteng yang bawain steak kamu *lewatkan*. Varian steak ada; Tenderloin, Sirloin, T-Bone, dan Rib. 

Tenderloin: Letaknya di bawah daging sirloin. Tekstur dagingnya lembut dan banyak lemak karena si sapi jarang melakukan pergerakan.
Sirloin: Letaknya pada bagian belakang sebelum kaki belakang, dekat dengan otot sapi. Jadi dagingnya agak kasar dan sedikit lemak.
T-Bone: Daging yang dekat dengan tulang berbentuk T .
Rib: Si tulang rusuk sapi, bukan si tulang rusuk dia #ojobapersis

Biasanya, mas/mbanya akan tanya tingkat kematangannya.
Well done: Matang sekali, itu artinya daging dimasak dengan kematangan yang tinggi.
Medium: Setengah matang dan masih ada warna merah di tengah dagingnya.
Rare: Dagingnya masih terlihat merah.
Kalau kamu bacanya jadi ngiler, oke deh buruan take tempat yang akan saya sebutin ini ya, pastinya tempat yang banyak dikunjungi penggemar steak kelas menengah. ^^

Holycow




Siapa yang nggak kenal tempat steak yang punya banyak cabangnya ini hayo? Cabangnya udah ada di mana-mana.
Saya pernah dua kali makan di Kemang, Dan, kenyaang banget. Saat itu saya puas dengan bumbu dan sausnya, sangat berbeda di Bintaro. Entah kenapa setelah makan steak dari Bintaro, perut saya agak mual. Pertama saya icip sausnya juga kurang enak sih, mungkin karena faktor sausnya. Bisa jadi.
Enaknya, bagi kamu yang berulangtahun makan di sini, GRATIS *sesuaiketentuanyangberlaku. Tinggal tunjukin KTP ke waiters-nya aja.  
Saya pernah makan pas ulang tahun di Bintaro dan kudu pakai topi mahkota gitu. Agak malu sih, tapi nggak apa-apa yang penting GRATIS. hehe    
  
Range: 55.000-660 K

Abuba



Abuba juga sama seperti Holycow banyak cabangnya ada di mana-mana. Abuba lebih dulu ada dibandingkan Holycow tapi yang terhitz Holycow. Entah karena promosinya yang kurang greget atau hidangannya? Well, saya pernah makan di kawasan Senopati. Dan, sepi. 

Range: 50-260 K

Abi Steak


Kata teman saya, Abi Steak ini turunan dari Abuba steak. Saya penah makan di dekat kantor, Jagakarsa. Saya terkesan dengan beberapa hiasan dindingnya. Seingat saya, saya temui kaligrafi dan berbau keislaman lainnya. Dan juga ada musala di dalamnya. 

Range:  37-95 K
  
Waroeng Steak and Shake


Saya malah belum pernah coba makan di Waroeng Steak and Shake di Jakarta. Saya pernah mencoba makan di Waroeng Steak dan Shake, Malang. Dagingnya tipis sesuai harganya yang murah meriah. Lumayanlah, kalau lagi kepengin steak dengan uang pas-pasan, tinggal memilih Waroeng Steak and Shake. 

Range: 17-24 K

 Nah, buat kamu yang selesai baca ini, ada pilihan tempat steak lain selain yang saya sebutkan? Bisa komen di bawah ^^