Hangout Seru di Paviliun 28

Alhamdulillah, akhirnya saya memenangkan giveaway nonton film Kartini, bareng Gita Gutawa yang diselenggarakan oleh portal berita merahputih.com. Karena masing-masing pemenang mendapatkan dua tiket. Saya mengajak teman saya untuk menemani kesepian saya. Eits, kalem, masih mahram kok. Saya ajak Mba Tree untuk bertemu di TKP, Plaza Senayan. Setelah kami menonton, kami buru-buru beranjak dari Plaza Senayan untuk mencari makan di luar Mall. (karena makan di mall terlalu sudah biasa buat saya dan Mba Tree) Buat yang penasaran review sama film Kartini, kamu bisa cek di sini ya.

Menuju parkiran, saya dan Mba Tree terlalu bingung menentukan tempat kulineran yang asik buat kami jajahi. Saya menawari Mba Tree untuk singgah di Paviliun 28, karena saya sudah lama sekali tahu dan penasaran dengan tempatnya yang kerap saya lihat hanya melalui instagram. Juga dari youtuber, Bena Kribo yang mengadakan acara lamarannya di sana.
Motor saya melaju pelan-pelan dari arah dr. Moestopo menuju kawasan Blok M dan tibalah di Petogogan, Paviliun 28. Tada…

Saya agak kaget pas mau markir motor tepat di pintu depan Paviliun, Bo, parkiran motor di mana neeh? Yang saya lihat penuh dengan mobil yang terparkir rapi. Nggak lama saya keki karena parkiran motor, Kang parkir manggil saya dengan maksud parkiran motornya disediakan di tempat lain (yang entah itu rumah sopose). Oke and fine, saya disebrangi sama Kang Parkirnya. Untungnya saya nggak pake acara pegangan tangan dan nyebrang berdua sama Kang Parkirnya.


Paviliun 28 ini-itu, tempat yang signature menunya adalah jamu loh teman-teman, makanya ada tulisannya segede alaihim gambreng di dapurnya BAR JAMU! Nah, saya ke sini selain kepo sama tempatnya, saya mau nyobain jamu di mari! Yup saya suka jamu, ada yang nggak suka gitu?
Pas masuk, saya lagi-lagi keki sama suasananya, biasalah yah, anak-anak muda pas malam minggunya melipir di Paviliun 28 itu karakternya kayak gimana. Bau asap rokok defected dan saya lihat minuman keras, MIRAS, apa pun namamu.. tak akan kusentuh lagi dan tak akan kusentuh lagi.. (cie ngedangdut woy?)

Di Paviliun 28 ini, termasuk tempat hangout yang baru berjalan sekitar 3 tahun lho. Banyak musisi indie yang jamming di sini. Kadang, tempat ini juga dipakai buat launching buku, seminar, atau event-event lainnya. Mungkin buat kamu yang mau mengadakan gathering entah apa pun itu, bisa juga nih reservasi tempatnya.

Buat yang suka film-film indie, setiap hari Jum’at dan Sabtu, ada bioskop kecilnya juga. Yep, ada! Tapi bayarrrr, HTMnya 30 ribu.    

Selain ada beberapa jenis minuman jamu yang disediakan, di tempat ini kamu juga bisa memesan beberapa aneka makanan berat dan semi berat. Aish, pokoknya mau ngemal-ngemil di sini juga ada lah. Makanan berat yang saya pesan nasi bakarnya enak. Emaaf lho, Saya foto nasi bakarnya setelah saya lahap habis nasinya. Maklum keburu lapar, Cuy. Setelah makan kenyang, saya memutuskan untuk mencoba minum jamu. Tadinya saya pesan jamu nafsu makan yang cuman 15 ribu saja. Ternyata nggak ada. Dan saya pesan beras kencur seharga 25 ribu kalau tidak salah. Rasanya enak, beda dari beras kencur mbak-mbak jamu gendongan. 

nasi bakar habis dimakan :D

beras kencurnya naik kelas

Jangan khawatir nyari musala, di Paviliun ada tempat musalanya. Saya sempat ke kamar kecilnya dan lucu. Ada beberapa gambar jadul yang terbingkai dengan figura. Di Pavilun nuansa vintage-nya berasa banget. Bangku dan mejanya ala-ala jadul. 

Saat saya mengobrol lama dengan Mba Tree, ada seorang wanita yang mukanya tak asing lagi. Saya bertemu Kanya! siapa itu Kanya? bisa cek di sini ya
Dia tepat di belakang saya, agak lama sih mau nyapa. Dan akhirnya saya menyapanya, untungnya Kanya ngeh siapa saya, dengan memperkenalkan diri saya yang pernah chatt via twitter. Nggak lama, ada cowok juga yang wajahnya saya kenal juga, ada Bejana Waktu alias Anes.

Kanya ini artis soundcloud dan Anes itu seleb twitter kalau bisa dibilang. Doi terkenal aktif di dunia musik, beberapa band indie kenal akrab dengan Anes. Dan Anes itu temennya Michan juga. Michan teman kantor saya di Agromedia Group. Dan usut punya usut, si Kanya kenal Retno, salah satu teman blogger saya juga. Biasalah Cuy, dunia pertemanan saya sesempit ini. :D 

Saya dan Kanya cukup lama ngobrol. Saling tanya saja. Dan Kanya juga memperkenalkan teman band indienya dari Bandung yang akan tampil di sini, Garamerica. Karena saya dan Mba Tree diminta untuk menyaksikan jamming dari garamerica, kami mendengarkan beberapa lagu ciptaan mereka sendiri. Cukup menghibur malam minggu saya kali ini. Akhirnya bersentuhan langsung dengan Paviliun 28, akhirnya kopdaran sama Kanya dan Anes, dan kenalan dengan garamerica. Yaay!

garamerica
Jika kamu ingin ke tempat ini, lokasinya di Jl. Petogogan No. 25 Kebayoran Baru-Jakarta Selatan. Boleh dimampirin kakak..

Nonton Bareng Film Kartini Bersama Gita Gutawa

Nonton film premiere dan gratisan bukan kali pertama saya alami. Saya kerap mendapatkan kesempatan nonton film Indonesia yang berbobot melalui teman blogger. Dan kali ini, saya menang giveaway! Yaay. Awalnya saya melihat hasil regram Mba Aie. Iseng nyoba, siapa tahu beruntung. Saya pun meregramnya dengan caption yang mengena, bisa dilihat sekalian di-follow di sini ya 

Film Kartini dimulai pukul 14.45. Saya datang setengah jam lebih awal. Bertemu dengan Mba Tree dan mengambil hadiah tiketnya di booth merahputih.com dapet goodie yang berisi notebook dan pulpen. Sebelum film dimulai, karena acaranya ini nonton bareng Gita Gutawa, Gita memberikan speech sekisar 5-10 menitan.



Pembukaan film, nampak Kartini yang diperankan Dian Sastro sedang berjalan ala keraton Yogyakarta gitu. Film genre biopik seperti Kartini ini diset dengan latar tahun 1880an seakan saya membaca sejarah. Dari kisah Kartini yang saat sekolah saya pelajari, saya hanya sedikit tahu tentangnya. Hanya melekat di dalam ingatan saya: lahirnya emansipasi pendidikkan untuk wanita, ada pada zamannya. Selebihnya, saya enggan atau tidak mendapatkan pengetahuan tentang siapa Kartini lebih mendalam. Di film Kartini garapan Hanung Bramantyo ini, saya mendapatkan pengetahuan lagi tentang Kartini. Terutama tentang silsilah keluarganya, yang selama saya tonton film ini, saya juga menyambi browsing silsilah keluarganya. 

Sepanjang saya menonton film ini, saya baper: bagaimana hati seorang perempuan yang dinikahi tanpa cinta, poligami, menikah karena paksaan, dll. Saya mendapatkan feel dari film ini, justru karena soal percintaan lebih mengena ketimbang effort Kartini dalam mendidik anak bangsa di desanya sendiri. Namanya juga kisah. Gak ada bumbu-bumbu percintaan tidak akan greng, saudara-saudara. 

Saya suka sama akting Dian Sastro di film ini, dan juga Acha Septriasa yang bermain sebagai Roekmini. Logat Jawa Tengahnya lebih terasa ketimbang Ayushita. Jujur, saat saya melihat akting Ayushita yang bermain sebagai Kardinah, saya seakan menonton The East yang tiap hari sabtu dan minggu tayang di Net Tv itu lho. Jadinya saya tidak menikmati peran Ayushita.


Kenapa Kartini dipingit? Kenapa ayah Kartini berpoligami? Kenapa Kardinah dipaksa ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat untuk menikahi RM Reksoharjono? Kenapa ukiran Jepara menjadi terkenal? Pertanyaan-pertanyaan ini, akan terjawab di film Kartini. Film Kartini akan tayang serentak di bioskop pada tanggal 19 April 2017 mendatang. Jadi buat kamu yang penasaran dengan perjuangan Kartini, tonton filmya, dan ajak teman-teman lainnya.

Menurut saya, film ini wajib ditonton. Selain menginspirasi, untuk anak-anak sekolah yang malas sekali dengan pelajaran sejarah, coba tonton film ini, kamu juga akan mendapatkan pengetahuan tentang Kartini. Ya, biar kalau ditanya guru di sekolah kamu jadi kelihatan pintarnya. Gitu lho.